in 2001, Indonesian TV channels began heavily importing Indian films. Networks like Indosiar and aired these movies to high ratings. Dubbing vs. Subtitles
Salah satu kejutan dari penayangan Main Hoon Na di Indonesia adalah minimnya sensor. Stasiun TV swasta saat itu masih cukup longgar. Adegan aksi tembak-menembak di kampus, ledakan bom, hingga adegan romantis Sanjana (Sushmita Sen) dan Ram tetap ditayangkan secara utuh. Hanya beberapa ciuman pipi yang sedikit dipotong.
Dubbers maintained the film's "Masala" (mix of genres) feel. Character Sync:
Walau ada banyak film India yang tayang di Indonesia, tetap menjadi rujukan utama ketika membahas film Bollywood yang tayang di TV lokal. Pesannya tentang persatuan, keluarga, dan cinta yang melampaui batas politik menjadi relevan dan mudah dicerna oleh masyarakat Indonesia.
Di forum-forum seperti Kaskus dan Reddit, bahkan ada thread khusus yang berjudul "Looking for Main Hoon Na Full Dubbing Indo VHS Rip" . Ini menunjukkan betapa berharganya artefak budaya pop tersebut.
Indonesian dubbing for Bollywood films is known for its distinct "theatrical" tone, which matches the high-energy "Masala" style of the movie.