Secara tema, film ini memberikan kritik halus terhadap sikap fanatisme dan prasangka. Dengan menempatkan kisah personal di tengah ketegangan India-Pakistan, "Bajrangi Bhaijaan" menunjukkan bahwa kemanusiaan dapat menjadi jembatan ketika institusi politik gagal. Film ini juga menonjolkan pentingnya empati: tindakan seorang individu biasa mampu mengubah nasib seseorang dan menginspirasi orang lain.
Film ini menonjolkan perkembangan karakter yang nyata. Bajrangi, meskipun bermula sebagai pribadi yang sederhana dan terkadang naif, menunjukkan keberanian, ketulusan, serta keyakinan bahwa kebaikan dapat mengatasi kebencian antar-negara. Di sisi lain, Munni melambangkan kemurnian dan ketidaktahuan akan politik, yang membuat hubungan mereka menjadi murni dan menyentuh. Karakter lain—termasuk jurnalis, petugas perbatasan, dan orang-orang baik di jalan—mewakili berbagai respon sosial terhadap isu pengungsi dan hubungan lintas batas.
Cerita bermula dari seorang gadis kecil asal Pakistan bernama Shahida (Harshaali Malhotra) yang bisu. Saat sedang dalam perjalanan pulang dari India bersama ibunya, Shahida terpisah dan tertinggal di wilayah India sendirian.
Bagi penonton di Indonesia, film ini memiliki tempat spesial karena kedekatan budaya dan nilai-nilai moral yang sangat relevan. Sinopsis Lengkap Bajrangi Bhaijaan